Karakteristik dan Cara Merawat Poksay Jambul Sumatra

Poksay sumatera merupakan salah satu jenis poksay yang populer di Indonesia selain jenis burung poksay hongkong. Harga poksay jambul sumatra pun bervariasi tergantung pada kualitas suara dan penampilan fisiknya. Jenis burung inipun sangat bervariasi, salah satunya adalah poksay jambul putih. Poksay yang satu ini sangat sulit untuk dibedakan antara yang jantan dan betina. Pasalnya jenis burung tersebut tidak bisa dibedakan antara jantan atau betina baik dari segi ukuran maupun warna bulunya.

Selain sulit untuk dibedakan, cara perawatan poksay jambul putih tersebut juga terbilang tidak semudah perawatan jenis poksay yang lainnya seperti misalnya jenis poksay hongkong jantan. Bahkan agar jenis jantan dari burung tersebut cepat gacor, ia harus dipelihara bersama betinanya. Jenis poksay jambul putih juga termasuk burung galak dan temperamental sehingga hanya bisa jinak dengan mendampingkannya bersama betinanya. Untuk info lebih lengkapnya, simak saja karakteristik dan cara merawat poksay jambul putih sumatera berikut ini.

Karakteristik dan Cara Merawat Poksay Jambul Sumatra

Karakteristik Poksay Jambul Putih

Jenis poksay jambul putih memiliki warna bulu dominasi cokelat dan juga putih. Warna bulu di bagian mantel hingga kepala dominan putih. Pada bagian telinga, garis mata hingga pangkal paruh terdapat pita berbulu hitam. Sayap hingga ekor berwarna cokelat. Sayap di ujung bulu sekunder berwarna cokelat tua. Paruh poksay tersebut berwarna hitam. Matanya berwara hitam dan lebar. Selain itu, kakinya berwarna hitam dan kokoh. Jenis burung tersebut memiliki suara yang begitu keras namun nyaman didengar telinga. Dibandingkan jenis poksay yang lain, jenis poksay yang satu ini terlihat lebih besar dan kekar.
Cara Merawat Poksay Jambul Putih

Cara merawat poksay jambul putih dimulai dengan memperhatikan sangkar dan juga perlengkapannya. Ukuran standar sangkar burung poksay tersebut berukuran panjang 50 cm, lebar 50 cm, tinggi 70 cm, dan dibentuk dalam desain segi empat. Gunakan sangkar yang terbuat dari jeruji besi agar lebih kokoh. Sebelum digunakan, lapisi jeruji tersebut dengan cat agar terkesan lebih menarik. Saat telah digunakan, tempatkan sangkar tersebut pada lingkungan yang tenang. Dalam artian, tempatkan sangkar jauh dari gangguan hewan buas karena akan membuat poksay tersebut stress.

Selain itu, anda juga perlu menjauhkan sangkar burung tersebut dari bau yang menyengat seperti halnya bahan kimia ataupun asap dapur. Untuk menghindari gangguan yang tidak diinginkan, sebaiknya tempatkan sangkar di tempat yang tinggi agar tidak ada yang dapat menyentuhnya dengan sembarangan. Menempatkan sangkar di tempat yang lebih rendah dilakukan secara bertahap. Untuk mempercepat kicau poksay jambul putih jantan, sebaiknya pelihara bersama betinanya. Caranya yaitu dengan mempertemukan poksay yang jantan dan betina dalam 3-4 hari sekali. Pertemuan tersebut dilakukan selama 10-15 menit.

Untuk masalah pakan, berikan poksay jambul putih pakan berupa voer secukupnya. Namun anda juga tidak boleh terlambat dalam memberinya makanan tambahan berupa buah-buahan segar. Poksay jambul putih tersebut menyukai buah pepaya dan juga pisang. Sediakan pula air secukupnya untuk ia minum. Anda juga dapat memberinya EF berupa 2-3 jangkrik setiap pagi dan sore hari, serta 1-2 ulat bambu setiap harinya. Dengan begitu, jenis burung poksay anda akan selalu dalam kondisi fit dan sehat.

Itulah ulasan terupdate mengenai poksay jambul sumatra selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar berbagai jenis burung terpopuler yang banyak digemari para penghobi burung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *